Tuesday, September 12, 2006

sepenggal kisah dari galeri biasa

sepenggal kisah dari galeri biasa

Thursday, August 25, 2005

apa yang bisa kau lakukan hari ini?

Bingung harus ngapain aja dalam satu hari? Bagi kamu yang memiliki kesibukan pasti sudah punya jadwal yang mengatur kamu harus kemana dan ngapain aja. Bagaimana dengan yang tidak punya jadwal? Hmm...terkadang jadi bingung sendiri dan jadi kayak orang bego yang tidak tahu apa-apa. Lantas bagaimana dong cara mengatasinya? Well, ini mungkin bukan solusi tapi sedikit memberikan masukan saja buat kamu semua yang membaca tulisan ini.
Beberapa orang mengisi waktu luang mereka dengan jalan-jalan ke mall. Belanja? Nggak juga, mereka hanya cuci mata sambil jalan-jalan. Syukur kalo mereka lagi punya uang saat itu. Yah....beli satu item berupa cd atau apalah sudah cukup melegakan hati. Tapi kalau memang lagi bokek alias kantong kering, melihat dari kejauhan aja sudah cukup. Ada juga yang pergi ke rental vcd untuk menyewa beberapa film kemudian nonton bareng teman-teman di rumah. Bahkan ada yang muter-muter kota tanpa tujuan yang jelas mau kemana. Itu tadi beberapa contoh yang dilakukan beberapa orang kalo mereka punya waktu luang dan nggak tahu harus ngapain.
Aku juga pernah mengalami hal serupa, bingung mau ngapain ketika aku punya waktu luang. Kalau aku sedang lelah, aku lebih memilih tidur di rumah untuk recharge energy. Tapi kalo batre masih dalam kondisi oke, aku lebih memilih melakukan hal yang bermanfaat. Salah satunya, bengkelin motor sendiri di rumah. Aku nggak 100% tahu soal mesin, tapi untuk sekedar membersihkan rantai dari kotoran yang berlebihan aku sanggup. Kadang aku membersihkan karburator mesin sendiri. Oke, ini mungkin berat bagi beberapa orang terutama cewek. Tapi para cewek juga bisa memanfaatkan pekarangan rumah buat bercocok tanam bunga. Nggak punya pekarangan? Bisa menanamnya di pot bungan, asik kan?!
Sebenarnya banyak hal yang bisa kamu lakukan saat waktu luang. Tapi sebisa mungkin lakukanlah hal-hal yang bermanfaat dan menghasilkan sesuatu. Sesuatu itu nggak hanya buat kita sendiri tapi juga buat orang lain. Apapun itu, pastikan yang kamu lakukan dengan senang hati. Karena akan menghasilkan sesuatu yang berkenan di hati pula.

Monday, May 02, 2005

bagaimana aku bisa jadi background singer???

BAGIAN II

Kuliah di Yogya membuat aku harus bisa mandiri. Pertama aku home sick tapi lama kelamaan aku bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Aku ingin mengembangkan bakat menyanyiku. Akhirnya aku bergabung dengan kelompok Paduan Suara Mahasiswa (Cantus Firmus) Universitas Sanata Dharma. Di komunitas ini aku belajar banyak, dari tehnik menyanyi hingga berorganisasi. Kemudian pada tahun 2000 salah seorang temanku mengajakku ikut lomba menyanyi yang diadakan Kampayo (Keluarga Musisi Penyanyi dan Artis Panggung Yogyakarta). Dalam lomba itu aku masuk sebagai salah satu finalis. Dari lomba itu, aku diundang untuk menjadi bintang tamu di acara TV Cafe yang disiarkan oleh TVRI Yogyakarta. Setelah acara itu aku berkenalan dengan salah satu personil KUA Etnika yaitu Mas Septa. Beliaulah yang merekomendasikan aku menjadi salah satu background singer. Ya, akhirnya aku bergabung dengan komunitas KUA Etnika yang dimotori oleh Djaduk Ferianto. WAH!!!!!!!! Aku nggak menyangka sama sekali. Aku bisa bergabung dengan mereka. Bersama kelompok ini aku tour keliling 5 kota dalam cara yang diselenggarakan Djarum Super. Asik dan menyenangkan.
Setelah itu aku sempat vacum dari dunia background singer. Waktu itu pun aku manfaatkan untuk membentuk sebuah band. Akhirnya pada April 2001 aku dengan beberapa teman (Ary, Dito, Deddy, Shanty, Agung dan Inung) membentuk band yang diberi nama BRIDGE, dengan aliran musik jazz. Kami tidak mengecap diri kami sebagai musisi jazz, tapi kami semua belajar bagaimana bermain musik jazz. Selama satu setengah tahun kami manggung dari kampus ke kampus. Senang sekali rasanya bisa menghibur orang. Sayangnya karena kesibukan kami masing-masing, BRIDGE pun harus vacum (bukan bubar). Terkadang jika ada waktu, kami menyempatkan diri untuk reuni dan manggung di cafe (punya temen sendiri).
Tahun 2003 aku diajak bergabung dengan SINTEN REMEN yang juga dimotori oleh Djaduk Ferianto. Di komunitas musik ini aku adalah additional member. Alhasil tampangku mengisi acara Pasar Rakyat 76 yang sekarang disiarkan di TPI setiap senin jam 10 malam. Hmmm....kalau aku flash back lagi, akhirnya aku bisa mencapai keinginanku untuk menjadi background singer dan tampil di acara TV. Bangga??!! Jelas aku bangga, bahkan kedua orang tuaku pun bangga. Mereka pasti tidak menyangka jika aku bisa menjadi seperti ini sekarang. Untuk kedepan aku tidak tahu akan jadi seperti apa. Yang pasti aku sangat senang menyanyi, menghibur orang yang sedang susah atau pun senang. Jika orang bisa terhibur dan senang karena lantunan lagu dari suaraku, aku bisa 100 kali lebih senang dari mereka.

Thursday, April 28, 2005

bagaimana aku bisa jadi background singer???

BAGIAN I
Menyanyi sudah menjadi hobiku sejak aku masih kecil, sudah mendarah daging kali. Aku masih ingat waktu kecil, ikutan nimbrung bareng oom dan tanteku genjrang-genjreng sore hari didepan rumah. Lagu-lagu yang dinyanyiin biasanya yang hits waktu itu (1980an). Alhasil aku jadi tahu lagu-lagu lawas negeri sendiri maupun negeri luar. Aku tidak tahu pasti apakah bakatku ini diturunkan dari mana. Yang jelas aku punya mbah seorang dalang dan kakek yang pintar main biola. Darah seniku pasti gabungan dari kedua leluhurku itu.

Waktu di sekolah dasar (SD Subsidi Suster Pontianak), aku pasti deh dapat tepukan tangan dari teman-teman sekelas. Tepukan tangan itu selalu ada tiap kali selesai aku bernyanyi pada jam pelajaran kesenian. Waktu itu aku senang sekali menyanyikan lagu Bintang Kejora dan Ambilkan Bulan, Bu. Setelah itu aku diajak gabung dengan paduan suara sekolah, di paduan suara itulah aku sedikit-sedikit belajar lah cara menyanyi yang benar. Ketika SMA aku diajak bergabung dengan band yang dibentuk oleh teman satu kelasku. Pada saat class meeting, bandku mendapat juara harapan tiga dan aku sendiri mendapat predikat sebagai vokalis terbaik. Aku tidak menyangka kalo bisa dapat predikat itu, karena bandku tidak bermain bagus saat itu..Oh iya, saat SMA aku senang sekali memainkan musik-musik slow rock dan alternatif.

Berhubung aku tinggal di Kalimantan, statiun TV cuma satu yaitu TVRI. Memang di rumah ada antena parabola, tapi acara2 lokal yang bagus-bagus selalu diacak. Ketika TV swasta RCTI bisa mengudara di kotaku, aku senang sekali. Karena dari channel TV itu aku bisa tahu banyak tentang dunia hiburan lokal. Terutama lagi, aku bisa mendapatkan hiburan dari acara musik live. Biasanya pas acara live musik pasti ada tuh mbak-mbak dan mas-mas penyanyi yang posisinya selalu dibelakang. Aku jadi pengen sekali jadi seperti itu, background singer ato orang Indonesia nyebutnya backing vocal. Tapi aku pikir nggak mungkin lah aku bisa jadi seperti mereka. Salah satu acara yang aku suka saat itu, musik Dua Warna yang dimotori Djaduk Ferianto. Acara ini menggabungkan musik etnis dan modern. Kemasan acara ini juga asik sekali. Kemudian aku mikir, bagaimana caranya agar aku bisa gabung dengan beliau? Tapi ya itu, aku pikir nggak mungkin lah karena aku tidak memiliki keahlian bermain musik. Pelan-pelan aku kubur sejenak keinginanku untuk bisa menjadi seorang background singer.

Tuesday, April 12, 2005

Still A Friend Of Mine

by Incognito

You know as true as trees are tall
And autumn leaves do fall
Oh, it sometimes rains in paradise
And even the warmest heart can turn to ice
I know it happend to us all
Every kind of people fall
And after all the tears are gone
Do we have the heart to carry on

Chorus:
Here and now, still somehow
Still a friend of mine, oh you're still a friend of mine
Still a friend of mine, you're still a friend of mine
Still a friend of mine, oh you're still a friend of mine
Oh


To think of all the times I hurt you
And never thought it through
Oh, I treated you so badly baby
Could such a cruel heart ever be free
I know it happens to us all
Every kind of people fall
Oh, and after all is said and done
Do we have the heart to carry on


Chorus

I know as long as I've got you
And we do the things we do
The next time baby
That our love breaks down
I'll do the best that I can
To turn it around


Chorus

Time and time and time again
I'm gonna be right here for you baby
Seasons come and seasons go
Gonna be right here for you


Aku seneng banget lagu dari INCOGNITO diatas, mengingatkan aku akan seseorang yang sekarang sangat jauh dariku. Padahal dulu kita selalu menghabiskan waktu bareng buat berenang atau hanya sekedar untuk makan siang, kita berbagi apa saja bersama.

Benar kata INCOGNITO, hati yang hangat pun bisa berubah menjadi dingin. Begitulah hubungan pertemananku dengan dia. Menjadi dingin, walau tak sedingin kutub utara. Demi kebaikan bersama, aku tidak mau menceritakan apa penyebabnya. Biar saja semua jadi kenangan yang tidak mungkin aku lupakan. Dia tetap teman bagiku, apapun yang terjadi.

Thursday, February 17, 2005

IMLEK di tanah kelahiran.....

1 tahun yang lalu aku dan lima orang sahabatku melewati jalan Gajahmada, Pontianak. Jalan ini tidak pernah sepi, selalu ramai dan mancet menjelang malam hari. Maklum, manusia-manusianya ramai sedangkan jalan-jalan yang ada hanya itu-itu saja. Tahun ini tepatnya pada tanggal 9 Februari 2005, kami kembali menyusuri jalan tadi untuk bentandang ke rumah sahabat sewaktu sekolah dulu. Yah, hari itu merupakan hari raya IMLEK bagi masyarakat Chinese atau lebih dikenal dengan tahun baru Cina. Sama seperti hari raya Lebaran dan Natal, Imlek juga merupakan hari raya dimana keluarga berkumpul, makan malam bersama,berdoa bersama dan orang tua akan membagikan ANG PAO. Klenteng atau Vihara pasti akan ramai dikunjungi oleh masyarakat keturunan Chinese. Mereka akan berdoa dan menyampaikan permohonan agar di tahun yang baru ini mereka akan mendapatkan berkah dari sang pencipta. Senang rasanya bisa berkumpul bersama mereka, kami bertamu ke rumah sahabat-sahabat kami yang masih tersisa. Heh...mungkin aneh, tapi memang sahabat-sahabat kami tidak semuanya mudik ke kampung halaman untuk IMLEK.
Tahun ini IMLEK terasa agak sepi, hanya di beberapa gang saja yang ramai. Mungkin masih ikut berduka cita atas korban TSUNAMI barangkali. Beberapa tahun yang lalu, ruas jalan GAJAHMADA pasti ditutup. Karena jalan tersebut akan digunakan untuk pertunjukan Liong dan Barongsai, itu lho Naga raksasa dan Singa. Yang aku lihat sekarang, ada beberapa rombongan Barongsai dengan membawa peralatan music traditional akan mendatangi rumah-rumah masyarakat yang merayakan IMLEK. Mereka akan menampilkan atraksi singkat di depan rumah mereka, kemudian si pemilik rumah diwajibkan untuk memberi ANG PAO. Kedatangan Barongsai ke rumah mereka ini dipercaya dapat membawa berkah bagi mereka sekeluarga. Wah, itu dia yang bikin seru hari IMLEK selain nyaring suara petasan yang memekakkan telinga. Walau sepi, masyarakat yang merayakan pasti akan merasakan kebahagian di tahun Ayam Kayu ini.
Well, at least aku bisa merayakan tahun baru IMLEK di tanah kelahiranku. Walau tak seramai biasanya, semoga IMLEK tahun ini bisa membawa kebahagian bagi semua manusia di dunia ini.

Wednesday, January 26, 2005

Akhirnya...!!!!

Huehehe...Thank You Lord....
Akhirnya rantai itu terlepas juga dari kakiku. Lega banget rasanya ketika daku keluar dari ruang ujian. Asal tahu aja, ujian pendadaranku ini merupakan penantian panjang seorang jajoek. Kalo mau dihitung, seharusnya daku sudah harus lulus 2 tahun yang lalu. Tetapi karena pekerjaanku (yang lebih mengasyikkan), aku memilih untuk menunda kelulusanku hingga kemaren tanggal 25 Januari 2005. Padahal 4 hari sebelum ujian daku di jakarta, biasalah kerjaan. Untunglah daku diberi satu hari off untuk hari terakhir. Ketika hendak pulang, daku masih harus berhadapan dengan flight yang delay selama 1 1/2 jam. Padahal daku belum mempersiapkan presentasi untuk pendadaranku. Tapi nggak tahu kenapa daku begitu yakin kalo ujian pendadaranku akan berhasil baik. Karena sebenarnya daku sudah melakukan persiapan 2 minggu sebelum daku berangkat ke Jakarta. Well, its all happened very fast...selama berada di dalam "battle field" daku merasa waktu berjalan sangat cepat....nggak terasa udah selesai.....daku juga merasa beruntung mendapatkan dosen yang pada baek semua....terima kasihku juga buat mereka-mereka itu...
Kemaren itu sebenarnya daku sangat mengharapkan kedatangan teman dan sahabatku. Tapi mereka tidak sempat datang karena kesibukan mereka. Its fine anyway, walau mereka tidak menemaniku doa dan dukungan mereka selalu menyertaiku. Wahai teman dan sahabatku semua, terimakasih atas doa dan dukungan kalian selama ini...You are the best dah pokoknya....Lop yu.....
Wuih...aku nggak bisa ngucapin kata lain selain LEGA..................
regards,
jajoek

Who am I?

Who am I? Sure you wanna know?

Hai…daku jajoek, tapi tidak semua orang tahu kalo nama asli daku Yuliana Rahayu. Bapakku, F. Soeratmo dan ibuku M.S. Akip, begitu senang ketika tahu anak bungsunya seorang perempuan. Ya...daku merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara, kakakku semuanya laki-laki. Ada mas Joe, mas Budi and mas Kris...upss...kok cuma tiga? Yang satu lagi mana? Kakakku yang nomor dua sekarang sudah bersama Tuhan, ya...daku memang belum lahir waktu mas Piet meninggal. Tapi daku tahu kalo mas Piet ada, dia pasti akan jadi kakak kesayanganku. Daku senang memiliki kakak yang semua laki-laki, dari mereka bertiga daku banyak belajar bagaimana harus survive dalam hidup. Didikan mereka membuat daku menjadi seorang gadis tomboy. Hhhmm...kalo mau tahu, tingkahku jaman beuheula itu tidak beda dengan tingkah seorang anak laki-laki. Daku lebih suka dibelikan permainan pistol cowboy daripada boneka barbie. Daku lebih suka sepak bola ketimbang loncat tali. Tapi itu kan jaman dulu, sekarang aku sudah lebih behave. Nyadar akan umur juga kali ya??

Well, segitu aja dulu tentang daku...kalo cerita terlalu banyak nanti yang baca malah bosan. Daku akan cerita lebih banyak lagi tentang diriku dan kehidupanku lain waktu. Sekian saja ya....

regards,
jajoek